INDONESIANEWS - SURABAYA Penanganan kasus keracunan makanan yang menimpa peserta program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Surabaya terus menunjukkan perkembangan positif. Berdasarkan data terbaru per Selasa (12/5/2026), dari total 212 siswa yang awalnya mengalami gejala sakit setelah mengonsumsi makanan program tersebut, kini hanya tersisa 3 siswa yang masih menjalani perawatan medis, sedangkan 209 siswa lainnya sudah dinyatakan pulih dan diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing.
Gejala yang dialami para siswa umumnya berupa mual, muntah, pusing, dan nyeri perut, yang muncul tak lama setelah mereka menyantap menu makan siang hari itu. Berdasarkan pemeriksaan awal dan keterangan para siswa, menu yang diduga menjadi penyebab kejadian tersebut adalah nasi putih, ayam goreng, sambal, serta sayur bening yang disajikan dalam porsi paket makan.
Pihak berwenang dan tim kesehatan masih melakukan penelusuran mendalam untuk mengetahui penyebab pasti keracunan, apakah berkaitan dengan bahan baku, proses pengolahan, penyimpanan, atau higienitas saat penyajian makanan. Sampel makanan yang tersisa telah diambil untuk diuji di laboratorium guna mendapatkan hasil yang akurat.
Pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Kota Surabaya terus berkoordinasi dengan penyelenggara program MBG untuk memastikan keamanan dan kualitas makanan yang disajikan. Langkah evaluasi dan pengawasan yang lebih ketat kini diterapkan guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
Saat ini, kondisi ketiga siswa yang masih dirawat dilaporkan stabil dan terus dipantau oleh tim medis. Pemerintah juga telah menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini dan berkomitmen untuk memperbaiki segala kekurangan dalam pelaksanaan program MBG demi kesehatan dan keselamatan para siswa.
Red. INDONESIANEWS
.png)
.png)