Ibadah Utama & Perayaan Ekaristi Digelar Serentak: Menggenapi Misi, Bersaksi dengan Kasih


INDONESIANEWS - Surabaya, 14 Mei 2026 Umat Kristen dan Katolik di seluruh Jawa Timur melaksanakan Ibadah Utama dan Perayaan Ekaristi secara serentak hari ini, Kamis (14/5). Rangkaian ibadah berlangsung mulai pukul 06.00 hingga 11.00 WIB di berbagai gereja, kapel, dan tempat ibadah, dengan tema besar “Menggenapi Misi, Bersaksi dengan Kasih” — yang merujuk pada kisah kenaikan Yesus Kristus ke surga, 40 hari setelah perayaan Paskah.

Di Kota Surabaya, ibadah berlangsung khidmat dan penuh makna di sejumlah tempat ibadah utama, antara lain Katedral Kristus Raja, Gereja Immanuel, GKI, GPdI, serta jemaat gereja lainnya yang tersebar di seluruh penjuru kota. Suasana kekhusyukan terasa sejak awal ibadah, diiringi nyanyian pujian dan doa bersama yang dipimpin para pendeta dan imam.

Pukul 08.00 WIB, Katedral Kristus Raja Surabaya menjadi saksi kehadiran Gubernur Jawa Timur beserta sejumlah pejabat daerah. Kehadiran ini bukan hanya untuk beribadah bersama umat, tetapi juga menjadi momen penyampaian pesan penting tentang persatuan dan toleransi antarumat beragama di Jawa Timur.

“Perayaan ini mengingatkan kita untuk melanjutkan misi kasih dan persaudaraan. Di tengah keberagaman budaya dan agama yang kita miliki, persatuan adalah kekuatan utama untuk membangun daerah yang lebih maju, damai, dan sejahtera bagi semua,” ujar Gubernur Jawa Timur dalam sambutannya di sela-sela ibadah.


Semangat yang sama juga terasa kuat di berbagai wilayah lain di Jawa Timur. Di Kota Malang, Kediri, Blitar, Jember, hingga Banyuwangi, ibadah serentak diikuti dengan rangkaian kegiatan sosial yang nyata. Umat tidak hanya berkumpul untuk berdoa, tetapi juga menyalurkan kasih lewat pembagian makanan bagi warga kurang mampu, kunjungan ke panti asuhan dan panti jompo, serta penyelenggaraan bakti sosial kesehatan secara gratis bagi masyarakat sekitar.

Sementara itu, di wilayah Madura, pelaksanaan ibadah dikemas dengan cara yang khas dan menyentuh nilai kearifan lokal. Ibadah utama digabungkan dengan doa bersama lintas generasi — mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, hingga para lansia. Kegiatan ini menekankan semangat persaudaraan yang erat, sekaligus memperkuat keharmonisan iman di tengah kekayaan budaya yang dimiliki masyarakat Madura.

Para pelaksana dan pemuka agama berharap, perayaan ini tidak hanya menjadi momen ibadah rutin, tetapi menjadi langkah nyata seluruh umat untuk menggenapi misi kasih, serta terus bersaksi dan berkontribusi positif bagi lingkungan, masyarakat, dan bangsa Indonesia.

Redaksi Bsatunews

INDONESIA NEWS CHANNEL

Komunitas profesional menjadi satu, menyatukan misi serta visi untuk mencapai satu tujuan yang bermanfaat buat kemanusiaan yang adil dan ber adab

Posting Komentar

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Lebih baru Lebih lama